Kesebangunan dan Kekongruenan: Perbedaan, Konsep Mendalam, dan 7 Contoh Soal Pembahasan Lengkap
Kesebangunan dan kekongruenan adalah dua konsep penting dalam geometri yang sering muncul dalam pembelajaran matematika SMP, khususnya pada materi bangun datar dan segitiga. Kedua konsep ini terlihat mirip karena sama-sama membahas hubungan dua bangun, namun sebenarnya memiliki perbedaan mendasar yang harus dipahami dengan baik.
Pemahaman yang kuat tentang kesebangunan akan membantu siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan panjang sisi, skala peta, hingga perhitungan tinggi benda menggunakan bayangan. Sementara itu, kekongruenan sangat penting dalam pembuktian geometri dan analisis kesamaan bentuk secara identik.
Sebelum membaca lebih lanjut, kamu bisa mempelajari kembali konsep dasar bangun datar pada artikel sebelumnya tentang Sifat-Sifat Jajar Genjang dan rumus perhitungannya pada Rumus Luas dan Keliling Jajar Genjang untuk memperkuat pemahaman geometri dasar.
Pengertian Kesebangunan
Dua bangun dikatakan sebangun jika memiliki bentuk yang sama tetapi ukurannya bisa berbeda. Artinya, sudut-sudut yang bersesuaian sama besar dan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama.
Secara matematis, jika ΔABC sebangun dengan ΔDEF maka:
- ∠A = ∠D
- ∠B = ∠E
- ∠C = ∠F
- AB/DE = BC/EF = AC/DF
Kesebangunan biasanya ditulis dengan simbol:
ΔABC ~ ΔDEF
Pengertian Kekongruenan
Dua bangun dikatakan kongruen jika memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis. Artinya, semua sisi yang bersesuaian sama panjang dan semua sudut yang bersesuaian sama besar.
Kekongruenan ditulis dengan simbol:
ΔABC ≅ ΔDEF
Jika dua bangun kongruen, maka otomatis mereka juga sebangun. Namun bangun sebangun belum tentu kongruen.
Perbedaan Kesebangunan dan Kekongruenan
| Aspek | Kesebangunan | Kekongruenan |
|---|---|---|
| Bentuk | Sama | Sama |
| Ukuran | Boleh berbeda | Harus sama |
| Perbandingan sisi | Proporsional | 1 : 1 |
| Simbol | ~ | ≅ |
Syarat Kesebangunan pada Segitiga
1. Sudut-Sudut Sama (AAA)
Jika tiga sudut suatu segitiga sama dengan tiga sudut segitiga lain, maka kedua segitiga tersebut sebangun.
2. Sisi-Sudut-Sisi (SAS Sebangun)
Jika dua sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan sama dan sudut di antaranya sama besar.
3. Sisi-Sisi-Sisi (SSS Sebangun)
Jika perbandingan ketiga sisi yang bersesuaian sama.
Syarat Kekongruenan Segitiga
- SSS (Sisi-Sisi-Sisi sama)
- SAS (Sisi-Sudut-Sisi sama)
- ASA (Sudut-Sisi-Sudut sama)
- RHS (Siku-siku, sisi miring dan satu sisi sama)
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Konsep kesebangunan digunakan dalam:
- Skala peta
- Mengukur tinggi pohon dengan bayangan
- Desain arsitektur
- Model miniatur
Kekongruenan digunakan dalam:
- Desain pola bangunan
- Teknik mesin
- Pembuktian geometri
7 Contoh Soal dan Pembahasan Detail
Soal 1 (Kesebangunan - Perbandingan Sisi)
Diketahui dua segitiga sebangun. Segitiga pertama memiliki panjang sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm. Jika segitiga kedua memiliki sisi terpendek 9 cm, tentukan panjang dua sisi lainnya.
Pembahasan:
Perbandingan skala = 9 / 6 = 1,5
Maka sisi lain:
8 × 1,5 = 12 cm
10 × 1,5 = 15 cm
Jadi panjang sisi segitiga kedua adalah 9 cm, 12 cm, dan 15 cm.
Soal 2 (Kesebangunan - Bayangan)
Sebuah pohon memiliki bayangan sepanjang 4 meter. Pada saat yang sama, tongkat setinggi 1 meter memiliki bayangan 0,5 meter. Berapakah tinggi pohon?
Pembahasan:
Perbandingan tinggi dan bayangan sama:
1 / 0,5 = h / 4
2 = h / 4
h = 8 meter
Soal 3 (Kekongruenan - SSS)
Dua segitiga memiliki panjang sisi masing-masing 5 cm, 7 cm, dan 9 cm. Apakah kedua segitiga tersebut kongruen?
Pembahasan:
Karena semua sisi sama panjang, maka kedua segitiga kongruen (SSS).
Soal 4 (Kesebangunan - SSS)
Segitiga A memiliki sisi 3 cm, 4 cm, 5 cm. Segitiga B memiliki sisi 6 cm, 8 cm, 10 cm. Tentukan apakah kedua segitiga sebangun.
Pembahasan:
6/3 = 8/4 = 10/5 = 2
Karena perbandingan sama, maka kedua segitiga sebangun.
Soal 5 (Kekongruenan - ASA)
Dua segitiga memiliki dua sudut masing-masing 50° dan 60°, serta sisi di antaranya sama panjang. Apakah kedua segitiga tersebut kongruen?
Pembahasan:
Karena memenuhi syarat ASA, maka kedua segitiga kongruen.
Soal 6 (Kesebangunan - Skala Peta)
Skala peta adalah 1 : 200.000. Jika jarak pada peta 5 cm, berapa jarak sebenarnya?
Pembahasan:
5 × 200.000 = 1.000.000 cm = 10 km
Soal 7 (Analisis Konsep)
Jika dua bangun sebangun dengan faktor skala 3, bagaimana perbandingan luasnya?
Pembahasan:
Luas berbanding kuadrat skala:
3² = 9
Jadi perbandingan luas = 9 : 1
Kesalahan Umum Siswa
- Mengira semua bangun sebangun pasti kongruen.
- Lupa bahwa luas berubah menurut kuadrat skala.
- Tidak memperhatikan urutan huruf pada penulisan kesebangunan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Muncul)
Apakah semua bangun kongruen pasti sebangun?
Ya, karena ukuran dan bentuknya sama.
Apakah semua bangun sebangun pasti kongruen?
Tidak, karena ukuran bisa berbeda.
Mengapa luas berubah kuadrat dari skala?
Karena luas adalah hasil perkalian dua panjang.
Kesimpulan
Kesebangunan dan kekongruenan adalah konsep dasar geometri yang sangat penting dalam pembelajaran matematika SMP. Kesebangunan menekankan kesamaan bentuk dengan ukuran proporsional, sedangkan kekongruenan menekankan kesamaan bentuk dan ukuran secara identik.
Pemahaman konsep ini tidak hanya membantu dalam menyelesaikan soal ujian, tetapi juga berguna dalam kehidupan sehari-hari seperti pengukuran tinggi benda, pembuatan skala, hingga desain teknik.


0 Comments